Aineias, yang terlupakan.....
Bila berbicara dan mengenang sebuah kisah sejarah Eropa, nampaknya Sejarah tentang Yunani memang yang paling kompleks karena terlalu lekat dengan Mitologi sehingga kadang orang berpikiran ini sebuah dongeng semata atau Fakta. Itulah kadang hebatnya orang-orang dulu yang mengemas sebuah peristiwa sejarah dengan kemasan dongeng sehingga bisa dituturkan sebagai pengantar tidur (jadi inget waktu kecil sering didongengkan sebelum tidur heee..he...apakah orang tua sekarang masih sempat mendongengkan anaknya menjelang tidur???????????). Ciri khas dalam Mitologi Yunani ceritanya seputar kepahlawanan, yang ada intrik istana, inses, percintaan...secara singkat bisa digambarkan sebagai sebuah cerita yang lekat dengan Elegi, Tragedi dan Romantika.....berikut ini hanya sekedar membagi sebuah kisah pahlawan yang bernama Aineias, seorang pejuang yang berhasil keluar dari Troya dengan selamat. kisah ini dituturkan oleh seorang penyair bernama Vergillius. ku kutip dari sekelumit mitologi yunani karya R.S. Hardjapamekas dan disini hanya disingkat saja tanpa analisisnya maklum kepanjangan,karena ini merupakan satubagian dari tugas matakuliah yang pernah ku kerjakan beberapa tahun yang lalu hee...he...(maklum setelah ngacak-ngacak berkas lama ini ada tugas kuliah sejarah Eropa hee...he...walau udah lecek hii...hi... Semoga ada manfaatnya, sekedar mengenang dongen lalu hee..he....
Diantara sekian banyak pahlawan dalam perang Troya, hanya seorang yang tercatat selamat dari keruntuhan yaitu Aineias "Sang pemberani dan alim", ia adalah putra Anchises yang tak kebal mati dengan Aphrodite (dewi asmara). Ia menyelamatkan diri dengan putranya, Asknios dan ayahnya yang sudah tua renta, di gendong di punggung keluar dari kota yang sedang terbakar itu. Penyair Stesichoros berkisah bahwa Aineias dengan membawa serta barang-barang suci troya menuju negara Hesperia (negeri menjelang malam), yakni Italia. Yang meriwayatkan perjalanannya kesana, pendaratan dan pertarungannya di Latium ialah Vergilius dalam karyanya "AENNEIS". Di pulau kreta sang pahlawan mendapat penjelasan bahwa ia akan mengadakan perjalanan petualangan yang lama, namun ia akan menemukan tanah air baru. Setelah memperoleh berbagai pengalaman, tibalah ia di sisilia. Disini Anchises menemui ajalnya, namun ainneias menguburnya di gunung Eryx, dekat pemujaan Aprodite.
Kemudian sang pahlawan ini datang menghadap Dido, putri raja Finisi, pendiri kerajaan Karthago. Kedatangan Aineias ini membuat Dido jatuh cinta dan berkeinginan menahannya lebih lama tinggal di karthago. Turunnya perintah dari Zeus membuat Aineias hanya tinggal sebentar di karthago, melihat kekasihnya pergi Dido pun sedih dan membuat sebuah tungku pembakaran yang besar lalu ia melompat ke dalam api itu hingga tewas.
Kini Aineias melanjutkan perjalanan menuju Itali, ia mula-mula mendarat di Cume. Di sana, Sybille menasehatinya untuk turun ke hades seperti yang dilakukan oleh Odysseus untuk meminta petunjuk kepada roh-roh yang sudah mati. Akhirnya ia tiba di daerah Lauretium tidak jauh dari uara sunga tiber. Di sana diterima dengan ramah oleh Raja Latinus yang menjanjikan putrinya Lavinia kepadanya untuk diperistri, namun Amata, istri latinus menghendaki agar Lavinia menikah dengan Turnus, raja tetangga yang berkuasa penuh. Terjadilah perang antara Aineias dengan Turnus, yang kemudian menyebabkan Turnus tewas dan akhirnya Lavinia menikah dengan Aineias dan mendirikan kota yang diberi nama Lavinium. Penulis sejarah Livius konon menceritakan bahwa Aineias dalam satu pertempuran tiba-tiba menghilang dalam keadaan Guntur dan halilintar ke dalam kegelapan awan dan menjadi dewa. Putranya, Askanios (yang disebut juga ILLUs atau lulus), mendirikan kota tinggi di atas laut alba benteng yang kokoh yang diberi nama alba longa. Kota ini merupakan kota yang melahirkan kota Roma, sebab generasi Askanios merupakan saudara kembar Romulus dan Remus, para pendiri kota Roma. Dengan demikian Askanios merupakan leluhur bangsa Romawi.
Diantara sekian banyak pahlawan dalam perang Troya, hanya seorang yang tercatat selamat dari keruntuhan yaitu Aineias "Sang pemberani dan alim", ia adalah putra Anchises yang tak kebal mati dengan Aphrodite (dewi asmara). Ia menyelamatkan diri dengan putranya, Asknios dan ayahnya yang sudah tua renta, di gendong di punggung keluar dari kota yang sedang terbakar itu. Penyair Stesichoros berkisah bahwa Aineias dengan membawa serta barang-barang suci troya menuju negara Hesperia (negeri menjelang malam), yakni Italia. Yang meriwayatkan perjalanannya kesana, pendaratan dan pertarungannya di Latium ialah Vergilius dalam karyanya "AENNEIS". Di pulau kreta sang pahlawan mendapat penjelasan bahwa ia akan mengadakan perjalanan petualangan yang lama, namun ia akan menemukan tanah air baru. Setelah memperoleh berbagai pengalaman, tibalah ia di sisilia. Disini Anchises menemui ajalnya, namun ainneias menguburnya digunung Eryx, dekat pemujaan Aprodite.
Kemudian sang pahlawan ini datang menghadap Dido, putri raja Finisi, pendiri kerajaan Karthago. Kedatangan Aineias ini membuat Dido jatuh cinta dan berkeinginan menahannya lebih lama tinggal di karthago. Turunnya perintah dari Zeus membuat Aineias hanya tinggal sebentar di karthago, melihat kekasihnya pergi Dido pun sedih dan membuat sebuah tungku pembakaran yang besar lalu ia melompat ke dalam api itu hingga tewas.
Kini Aineias melanjutkan perjalanan menuju Itali, ia mula-mula mendarat di Cume. Di sana, Sybille menasehatinya untuk turun ke hades seperti yang dilakukan oleh Odysseus untuk meminta petunjuk kepada roh-roh yang sudah mati. Akhirnya ia tiba di daerah Lauretium tidak jauh dari uara sunga tiber. Di sana diterima dengan ramah oleh Raja Latinus yang menjanjikan putrinya Lavinia kepadanya untuk diperistri, namun Amata, istri latinus menghendaki agar Lavinia menikah dengan Turnus, raja tetangga yang berkuasa penuh. Terjadilah perang antara Aineias dengan Turnus, yang kemudian menyebabkan Turnus tewas dan akhirnya Lavinia menikah dengan Aineias dan mendirikan kota yang diberi nama Lavinium. Penulis sejarah Livius konon menceritakan bahwa Aineias dalam satu pertempuran tiba-tiba menghilang dalam keadaan Guntur dan halilintar ke dalam kegelapan awan dan menjadi dewa. Putranya, Askanios (yang disebut juga ILLUs atau lulus), mendirikan kota tinggi di atas laut alba benteng yang kokoh yang diberi nama alba longa. Kota ini merupakan kota yang melahirkan kota Roma, sebab generasi Askanios merupakan saudara kembar Romulus dan Remus, para pendiri kota Roma. Dengan demikian Askanios merupakan leluhur bangsa Romawi.
Diantara sekian banyak pahlawan dalam perang Troya, hanya seorang yang tercatat selamat dari keruntuhan yaitu Aineias "Sang pemberani dan alim", ia adalah putra Anchises yang tak kebal mati dengan Aphrodite (dewi asmara). Ia menyelamatkan diri dengan putranya, Asknios dan ayahnya yang sudah tua renta, di gendong di punggung keluar dari kota yang sedang terbakar itu. Penyair Stesichoros berkisah bahwa Aineias dengan membawa serta barang-barang suci troya menuju negara Hesperia (negeri menjelang malam), yakni Italia. Yang meriwayatkan perjalanannya kesana, pendaratan dan pertarungannya di Latium ialah Vergilius dalam karyanya "AENNEIS". Di pulau kreta sang pahlawan mendapat penjelasan bahwa ia akan mengadakan perjalanan petualangan yang lama, namun ia akan menemukan tanah air baru. Setelah memperoleh berbagai pengalaman, tibalah ia di sisilia. Disini Anchises menemui ajalnya, namun ainneias menguburnya di gunung Eryx, dekat pemujaan Aprodite.
Kemudian sang pahlawan ini datang menghadap Dido, putri raja Finisi, pendiri kerajaan Karthago. Kedatangan Aineias ini membuat Dido jatuh cinta dan berkeinginan menahannya lebih lama tinggal di karthago. Turunnya perintah dari Zeus membuat Aineias hanya tinggal sebentar di karthago, melihat kekasihnya pergi Dido pun sedih dan membuat sebuah tungku pembakaran yang besar lalu ia melompat ke dalam api itu hingga tewas.
Kini Aineias melanjutkan perjalanan menuju Itali, ia mula-mula mendarat di Cume. Di sana, Sybille menasehatinya untuk turun ke hades seperti yang dilakukan oleh Odysseus untuk meminta petunjuk kepada roh-roh yang sudah mati. Akhirnya ia tiba di daerah Lauretium tidak jauh dari uara sunga tiber. Di sana diterima dengan ramah oleh Raja Latinus yang menjanjikan putrinya Lavinia kepadanya untuk diperistri, namun Amata, istri latinus menghendaki agar Lavinia menikah dengan Turnus, raja tetangga yang berkuasa penuh. Terjadilah perang antara Aineias dengan Turnus, yang kemudian menyebabkan Turnus tewas dan akhirnya Lavinia menikah dengan Aineias dan mendirikan kota yang diberi nama Lavinium. Penulis sejarah Livius konon menceritakan bahwa Aineias dalam satu pertempuran tiba-tiba menghilang dalam keadaan Guntur dan halilintar ke dalam kegelapan awan dan menjadi dewa. Putranya, Askanios (yang disebut juga ILLUs atau lulus), mendirikan kota tinggi di atas laut alba benteng yang kokoh yang diberi nama alba longa. Kota ini merupakan kota yang melahirkan kota Roma, sebab generasi Askanios merupakan saudara kembar Romulus dan Remus, para pendiri kota Roma. Dengan demikian Askanios merupakan leluhur bangsa Romawi.
Diantara sekian banyak pahlawan dalam perang Troya, hanya seorang yang tercatat selamat dari keruntuhan yaitu Aineias "Sang pemberani dan alim", ia adalah putra Anchises yang tak kebal mati dengan Aphrodite (dewi asmara). Ia menyelamatkan diri dengan putranya, Asknios dan ayahnya yang sudah tua renta, di gendong di punggung keluar dari kota yang sedang terbakar itu. Penyair Stesichoros berkisah bahwa Aineias dengan membawa serta barang-barang suci troya menuju negara Hesperia (negeri menjelang malam), yakni Italia. Yang meriwayatkan perjalanannya kesana, pendaratan dan pertarungannya di Latium ialah Vergilius dalam karyanya "AENNEIS". Di pulau kreta sang pahlawan mendapat penjelasan bahwa ia akan mengadakan perjalanan petualangan yang lama, namun ia akan menemukan tanah air baru. Setelah memperoleh berbagai pengalaman, tibalah ia di sisilia. Disini Anchises menemui ajalnya, namun ainneias menguburnya digunung Eryx, dekat pemujaan Aprodite.
Kemudian sang pahlawan ini datang menghadap Dido, putri raja Finisi, pendiri kerajaan Karthago. Kedatangan Aineias ini membuat Dido jatuh cinta dan berkeinginan menahannya lebih lama tinggal di karthago. Turunnya perintah dari Zeus membuat Aineias hanya tinggal sebentar di karthago, melihat kekasihnya pergi Dido pun sedih dan membuat sebuah tungku pembakaran yang besar lalu ia melompat ke dalam api itu hingga tewas.
Kini Aineias melanjutkan perjalanan menuju Itali, ia mula-mula mendarat di Cume. Di sana, Sybille menasehatinya untuk turun ke hades seperti yang dilakukan oleh Odysseus untuk meminta petunjuk kepada roh-roh yang sudah mati. Akhirnya ia tiba di daerah Lauretium tidak jauh dari uara sunga tiber. Di sana diterima dengan ramah oleh Raja Latinus yang menjanjikan putrinya Lavinia kepadanya untuk diperistri, namun Amata, istri latinus menghendaki agar Lavinia menikah dengan Turnus, raja tetangga yang berkuasa penuh. Terjadilah perang antara Aineias dengan Turnus, yang kemudian menyebabkan Turnus tewas dan akhirnya Lavinia menikah dengan Aineias dan mendirikan kota yang diberi nama Lavinium. Penulis sejarah Livius konon menceritakan bahwa Aineias dalam satu pertempuran tiba-tiba menghilang dalam keadaan Guntur dan halilintar ke dalam kegelapan awan dan menjadi dewa. Putranya, Askanios (yang disebut juga ILLUs atau lulus), mendirikan kota tinggi di atas laut alba benteng yang kokoh yang diberi nama alba longa. Kota ini merupakan kota yang melahirkan kota Roma, sebab generasi Askanios merupakan saudara kembar Romulus dan Remus, para pendiri kota Roma. Dengan demikian Askanios merupakan leluhur bangsa Romawi.
Komentar