celoteh ku....
Hujan rintik terus turun di kota ku ini sejak senja tadi, entah di kota lain apakah sama atau tidak aku tak tahu. Tapi yang pasti ini bukti berkah langit, tanda Tuhan masih cinta pada kita. Kadang manusia menerimanya dengan prasangka lain, muncul keluh kesah kesah tanpa sadar di bibirnya. Itulah kita, manusia yang serba kekurangan dan bodoh terhadap rahasia di balik peristiwa kekuasaan-Nya. Banyak hal yang bisa dilakukan sambil menikmati hujan yang turun ini, yang datang tidak pernah sendiri tapi selalu membawa kawan-kawannya hee..he...(karena memang hujan tidak pernah turun hanya setetes tapi ribuan bahkan milyaran tetes dan seterusnya hhaaaa.....haaa....).
Diantara sela-sela hujan yang turun ini kadang kita mengenang masa lalu hanya sebatas mengenang, karena tiap orang punya memori indah atau buruk tentang saat hujan yang turun. Tak disangka kadangkala matanya basah tanpa sadar mungkin terbawa perasaan saat melihat hujan. Itu juga manusiawi kalau memang mau menangis, menangis....menangislah....lalu berdo'alah karena saat hujan pintu rahmat Tuhan di buka begitu lebarnya, segala permohonan akan di kabulkan (kata seorang Kyai berpenampilan sederhana dalam ceramahnya di suatu tempat di bandung utara heee...hee...). Jadi ingat syairnya Rumi tentang Menangis ini, kalau tidak salah begini katanya....
Berikan kelemahanmu
pada Dia yang Maha Membantu
Tangisan dan ratapan adalah sarana yang luar biasa
Ibu yang tengah menyusui,
yang dilakukannya hanya menunggu panggilan anaknya
Hanya rengekan awal yang lirih saja,
maka dia pun datang
Tuhan menciptakan anak itu yakni,
keinginanmu agar ia menangis supaya susu menetes
Menangislah!
Jangan menahan perasaan
dan diam saja dengan sakitmu
Merataplah!
Dan biarkan susu yang Pengasih mengalir ke dalam tubuhmu
(Rumi: Delicious laughter)
Cuma sayang kalau saja hujan ini turun lebih siang mungkin masih bisa melihat pelangi terindah di atas langit ku. Ya sudahlah mungkin bisa nanti lagi menikmati pelangi sehabis hujan....karena nanti pun langit lelah dengan menurunkan air matanya terus berhenti sejenak heee...he......Nampaknya di sana ada yang sakit gara-gara hujan ini, ya resiko kenapa harus menantang kehendak alam....tubuh ada haknya, jangan terlalu menantang alam, karena alam sekarang mulai tidak bersahabat dengan manusia. Karena manusia sudah mulai lantang menyatakan perang dengan alam, dengan cara merusaknya sedemikian rupa, mengeksplorasinya dengan semena-mena, tidak lagi memiliki kearifan terhadap Alam,nilai-nilai kearifan lokal terhadap alam dikesampingkan.
Adakalanya kita merasa bimbang, bingung dan kecewa karena apa yang kita inginkan tidak terkabulkan. Apa yang sudah direncanakan tidak kesampaian, sekali lagi kita harus sadar bahwa itulah cara Tuhan membimbing kita menuju sesuatu yang benar menurut-Nya. Indah pada akhirnya....karenanya ada syair Jallaludin Rumi yang ingin ku bagi sebagai suatu bahan renungan, bagi kita yang berpikir, masih punya hati dan akal sehat tentunya heee...he....
MALAIKAT KEGAGALAN
Kau tahu bagaimana itu.
Kadang-kadang kita merencanakan perjalanan ke satu tempat,
tapi sesuatu membawa kita ke tempat lain…
Tuhan menetapkan keinginan yang menggairahkan dalam dirimu,
dan kemudian mengecewakan mu.
Tuhan melakukan itu seratus kali!
Tuhan mematahkan sayap-sayap dari satu niat
dan kemudian memberimu sayap lain,
potonglah tali rencana itu,
agar kau selalu ingat akan ketergantungan mu.
Tapi kadang-kadang rencanamu berhasil!
kau merasa puas dan terkendali.
Itu karena,
jika kau selalu gagal,
kau mungkin menyerah,
Tapi ingat,
karena kegagalan itulah maka mereka yang mencintai
tetap sadar betapa mereka dicintai.
Kegagalan adalah kunci menuju kerajaan di dalam batin
( Rumi: Feeling the Shoulder of the Lion )
semoga celoteh ku ini ngga ada yang merasa tersakiti atau tersindir heee..hee....semoga saja karena tak ada niatan sedikit pun dalam hati ku ini ingin membuat orang terluka karena sebuah catatan apalagi celoteh hee....hee.... sekali lagi semoga kita bisa merenungkannya dengan bijaksana.......
Diantara sela-sela hujan yang turun ini kadang kita mengenang masa lalu hanya sebatas mengenang, karena tiap orang punya memori indah atau buruk tentang saat hujan yang turun. Tak disangka kadangkala matanya basah tanpa sadar mungkin terbawa perasaan saat melihat hujan. Itu juga manusiawi kalau memang mau menangis, menangis....menangislah....lalu berdo'alah karena saat hujan pintu rahmat Tuhan di buka begitu lebarnya, segala permohonan akan di kabulkan (kata seorang Kyai berpenampilan sederhana dalam ceramahnya di suatu tempat di bandung utara heee...hee...). Jadi ingat syairnya Rumi tentang Menangis ini, kalau tidak salah begini katanya....
Berikan kelemahanmu
pada Dia yang Maha Membantu
Tangisan dan ratapan adalah sarana yang luar biasa
Ibu yang tengah menyusui,
yang dilakukannya hanya menunggu panggilan anaknya
Hanya rengekan awal yang lirih saja,
maka dia pun datang
Tuhan menciptakan anak itu yakni,
keinginanmu agar ia menangis supaya susu menetes
Menangislah!
Jangan menahan perasaan
dan diam saja dengan sakitmu
Merataplah!
Dan biarkan susu yang Pengasih mengalir ke dalam tubuhmu
(Rumi: Delicious laughter)
Cuma sayang kalau saja hujan ini turun lebih siang mungkin masih bisa melihat pelangi terindah di atas langit ku. Ya sudahlah mungkin bisa nanti lagi menikmati pelangi sehabis hujan....karena nanti pun langit lelah dengan menurunkan air matanya terus berhenti sejenak heee...he......Nampaknya di sana ada yang sakit gara-gara hujan ini, ya resiko kenapa harus menantang kehendak alam....tubuh ada haknya, jangan terlalu menantang alam, karena alam sekarang mulai tidak bersahabat dengan manusia. Karena manusia sudah mulai lantang menyatakan perang dengan alam, dengan cara merusaknya sedemikian rupa, mengeksplorasinya dengan semena-mena, tidak lagi memiliki kearifan terhadap Alam,nilai-nilai kearifan lokal terhadap alam dikesampingkan.
Adakalanya kita merasa bimbang, bingung dan kecewa karena apa yang kita inginkan tidak terkabulkan. Apa yang sudah direncanakan tidak kesampaian, sekali lagi kita harus sadar bahwa itulah cara Tuhan membimbing kita menuju sesuatu yang benar menurut-Nya. Indah pada akhirnya....karenanya ada syair Jallaludin Rumi yang ingin ku bagi sebagai suatu bahan renungan, bagi kita yang berpikir, masih punya hati dan akal sehat tentunya heee...he....
MALAIKAT KEGAGALAN
Kau tahu bagaimana itu.
Kadang-kadang kita merencanakan perjalanan ke satu tempat,
tapi sesuatu membawa kita ke tempat lain…
Tuhan menetapkan keinginan yang menggairahkan dalam dirimu,
dan kemudian mengecewakan mu.
Tuhan melakukan itu seratus kali!
Tuhan mematahkan sayap-sayap dari satu niat
dan kemudian memberimu sayap lain,
potonglah tali rencana itu,
agar kau selalu ingat akan ketergantungan mu.
Tapi kadang-kadang rencanamu berhasil!
kau merasa puas dan terkendali.
Itu karena,
jika kau selalu gagal,
kau mungkin menyerah,
Tapi ingat,
karena kegagalan itulah maka mereka yang mencintai
tetap sadar betapa mereka dicintai.
Kegagalan adalah kunci menuju kerajaan di dalam batin
( Rumi: Feeling the Shoulder of the Lion )
semoga celoteh ku ini ngga ada yang merasa tersakiti atau tersindir heee..hee....semoga saja karena tak ada niatan sedikit pun dalam hati ku ini ingin membuat orang terluka karena sebuah catatan apalagi celoteh hee....hee.... sekali lagi semoga kita bisa merenungkannya dengan bijaksana.......
Komentar