kawan ku...
Malam ini kembali lagi berkumpul dengan kawan lama mengenang masa lalu adalah yang menyenangkan di samping rutinitas sehari-hari yang menjemukan. Walau hanya sejenak cukuplah membuat syaraf-syaraf yang tegang bisa sedikit longgar, seberat apapun masalah menjadi tidak terasa...itulah kawan-kawan ku...tak perlu makanan mewah, cukuplah kopi dan makanan ringan menemani obrolan dari hal yang serius sampai pada hal yang ringan. Walau kadang obrolan terhenti karena ada telephon dari rumah nyuruh pulang (biasana dari pejabat rumah heee..hee....) ya sekitar jam 21 atau pun 22...tapi cukuplah 2-3 jam berkumpul.....
kadang kali memang bila ada pihak diluar yang mendengarkan obrolan kita agak mengerutkan dahi mungkin bingung juga merasa aneh hal-hal seperti itu dibicarakan.. tapi sudahlah kita mungkin orang-orang yang bisa menerima dan mendengar sesuatu sepahit dan semanis apapun. Mungkin ini pengaruh dari pergaulan selama kuliah yang membiasakan kita berhubungan materi kuliah yang menuntut membaca dan mencari informasi sebanyak mungkin yang kadang kala berhubungan dengan hal-hal yang berbeda dan kadang kala kontroversi atau tidak lazim, namun hal itu memperkaya khazanah intelektual dan kepribadian kita secara tidak langsung. Memang kadang kali di cap sebagai orang apatis, sekuler, asosial, aneh dan sebagainya dilontarkan oleh pihak-pihak yang kadang tidak pernah dibiasakan menerima hal yang berbeda...kami tetap mensyukuri bahwa dengan belajar Sejarah kita menjadi sedikit lebih bijak (haaaa...haa....asa pedenya bilang kieu heee...he...)...apapun profesi kami sekarang in bukan lah sebuah masalah karena itu sebuah pilihan..
sedikit sindiran, celutukan hal yang bisa, adu argumen merupakan kewajaran. Dan kita tidak pernah memasuki wilayah pribadi diantara kami karena itu adalah hal yang prinsipil, karena tidak semua hal harus dibagikan...kecuali kalau dimintai pendapat barulah kita bicara mengungkapkan pandangan dari sudut pandang kita dengan tidak pernah ada niatan mendikte ataupun mengurui....karena kita yang lebih tahu apa yang terbaik bagi diri kita..
rasanya ringan beban di pundak ketika berkumpul bercerita dengan tidak serius, walaupun sebenarnya dalam ketidakseriusan itu adalah serius dan lebih mendalam...karena kita sadar bahwa masalah pasti dialami oleh manusia dan hanya cara memanage antara satu dan yang lainnya yang membedakan...mungkin kita lebih dulu mengalaminya dan berhasil keluar dari masalah itu kemudian share dan sebagainya.....itulah kawan-kawan ku......sekumpulan orang-orang brilian, tegar, kokoh, realistis, cerdas, dewasa, konyol dan juga aneh heeee.....hee.......(termasuk yang nulis ini juga adalah orang "aneh" hee...hee...)
diakhir corat-coret yang ngga terlalu penting ini ada catatan Kahlil gibran tentang sahabat......semoga jadi pengantar tidur yang baik hiiii....hi....
Persahabatan - Kahlil Gibran
Dan jika berkata,
berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan
kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapang
dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara,
mengungkapkan pikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam,
hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata,
dalam rangkuman persahabatan,
segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama
dengan sukacita yang utuh,
pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat,
janganlah berduka cita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi,
hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
kadang kali memang bila ada pihak diluar yang mendengarkan obrolan kita agak mengerutkan dahi mungkin bingung juga merasa aneh hal-hal seperti itu dibicarakan.. tapi sudahlah kita mungkin orang-orang yang bisa menerima dan mendengar sesuatu sepahit dan semanis apapun. Mungkin ini pengaruh dari pergaulan selama kuliah yang membiasakan kita berhubungan materi kuliah yang menuntut membaca dan mencari informasi sebanyak mungkin yang kadang kala berhubungan dengan hal-hal yang berbeda dan kadang kala kontroversi atau tidak lazim, namun hal itu memperkaya khazanah intelektual dan kepribadian kita secara tidak langsung. Memang kadang kali di cap sebagai orang apatis, sekuler, asosial, aneh dan sebagainya dilontarkan oleh pihak-pihak yang kadang tidak pernah dibiasakan menerima hal yang berbeda...kami tetap mensyukuri bahwa dengan belajar Sejarah kita menjadi sedikit lebih bijak (haaaa...haa....asa pedenya bilang kieu heee...he...)...apapun profesi kami sekarang in bukan lah sebuah masalah karena itu sebuah pilihan..
sedikit sindiran, celutukan hal yang bisa, adu argumen merupakan kewajaran. Dan kita tidak pernah memasuki wilayah pribadi diantara kami karena itu adalah hal yang prinsipil, karena tidak semua hal harus dibagikan...kecuali kalau dimintai pendapat barulah kita bicara mengungkapkan pandangan dari sudut pandang kita dengan tidak pernah ada niatan mendikte ataupun mengurui....karena kita yang lebih tahu apa yang terbaik bagi diri kita..
rasanya ringan beban di pundak ketika berkumpul bercerita dengan tidak serius, walaupun sebenarnya dalam ketidakseriusan itu adalah serius dan lebih mendalam...karena kita sadar bahwa masalah pasti dialami oleh manusia dan hanya cara memanage antara satu dan yang lainnya yang membedakan...mungkin kita lebih dulu mengalaminya dan berhasil keluar dari masalah itu kemudian share dan sebagainya.....itulah kawan-kawan ku......sekumpulan orang-orang brilian, tegar, kokoh, realistis, cerdas, dewasa, konyol dan juga aneh heeee.....hee.......(termasuk yang nulis ini juga adalah orang "aneh" hee...hee...)
diakhir corat-coret yang ngga terlalu penting ini ada catatan Kahlil gibran tentang sahabat......semoga jadi pengantar tidur yang baik hiiii....hi....
Persahabatan - Kahlil Gibran
Dan jika berkata,
berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan
kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapang
dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara,
mengungkapkan pikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam,
hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata,
dalam rangkuman persahabatan,
segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama
dengan sukacita yang utuh,
pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat,
janganlah berduka cita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi,
hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
Komentar