garuda....

OH…GARUDAKU

Jika ditanyakan hewan apa yang paling terkenal di Indonesia saat ini? Maka jawabannya adalah Burung Garuda. Saat ini burung garuda nampaknya menjadi salahsatu hewan yang paling banyak dibicarakan, lambang Negara ini yang gambarnya disematkan pada dada pakaian timnas Indonesia menjadi sebuah kebanggaan. Orang kembali bangga dengan burung garuda, ditambah lagi lagu "garuda didadaku" terdengar seantero tanah air ini dua minggu terakhir ini. Hal yang terjadi dipenghujung tahun 2010 karena bertepatan dengan masuknya Indonesia ke final AFF. Dan begitu besarnya animo rakyat Indonesia yang mengharapkan tahun ini harus juara untuk pertama kalinya (maklum dalam beberapa perhelatan lalu kita sempat masuk final tiga kali hanya gagal juara…semoga tidak melekat julukan pada tim kita sebagai “Negara spesialisasi Runnerup”, sama seperti Belanda he…he…). Yang menjadi special dan menarik animo masyarakat dari semua kalangan dari mulai pejabat Negara, politisi, rakyat biasa dan seterusnya untuk mendukung timnas kita adalah lawan yang dihadapinya Malaysia.

Nampaknya mendengar Malaysia, cukup membuat adrenalis dan emosi kebangsaan kita kembali tergugah. Memang banyak sekali masalah yang dihadapi Indonesia dengan Malaysia, bangsa serumpun ini sering sekali mengalami pasang surut hubungan. Walaupun sebenarnya Malaysia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada Indonesia. Hanya nampaknya kita kurang menyadarinya. Memang tidak ada hubungan antara politik dan sepakbola, namun kalau dengan Malaysia jadi lain ceritanya. Setiap even olahraga yang melibatkan Indonesia dan Malaysia bertemu pada pertandingan puncak maka akan berbeda 180 derajat meluas kearah sentiment politik dan lainnya. Ya itulah hubungan Indonesia-malaysia….ya sudahlah….tulisan ini dibuat bukan untuk memprovokasi, hanya sekedar ikut nimbrung dalam keadaan heee..he…bukan kah kita akan mejadi sejarah dan mewarnai sejarah kan hee…he…Cuma iseng-iseng doing…

Kembali pada soal burung garuda, sejak Januari 1963 Menteri Luar Negeri soebandrio mengumumkan Indonesia bermusuhan dengan Malaysia. Maka dimulai konfrontasi antara kedua Negara tersebut. Apa sebab sampai muncul konfrontasi tersebut? Penyebabnya sejak tahun 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi Indonesia terletak di selatan Kalimantan. Di utara koloni inggris; Serawak dan Borneo utara (kemudian dikenal dengan nama Sabah). Sebagian dari penarikan dari koloni di Asia Tenggara, inggris mencoba menggabungkan koloni dengan di kalimantan dengan semenajung Malaya, Federasi Malaya dengan nama Federasi Malaysia. Rencana ini ditentang oleh pemerintah Indonesia, presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanyalah Negara boneka Inggris dan akan menambah control inggris terhadap kawasan ini dan mengancam kemerdekaan serta kedaulatan Indonesia. Filifina jiga mengklaim bahwa wilayah Sabah merupakan bagian sejarah yang berkenaan dengan kesultanan Sulu. Dan seterusnya perbedaan pendapat ini kemudian melibatkan PBB.

Maka panaslah hubungan antara Indonesia dengan Malaysia. Puncaknya adalah ketika para demonstran anti-Indonesia di kuala lumpur, menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Presiden Soekarno, dan membawa lambang Negara burung garuda krhadapan Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman dan memaksanya untuk menginjak-injak burung garuda itu. Memang yang diinjak hanya Lambang burung garuda, namun itu merupakan symbol Negara Indonesia, maka murka lah Presiden Soekarno dan rakyat Indonesia terhadap hal itu. Berikut ini petikan pidato Presiden Soekarno terhadap aksi Malaysia yang dianggap menginjak harga diri kita (saat ini pun banyak prilaku Negara Malaysia yang menginjak-injak harga diri kita, namun tidak ada tanggapan yang begitu serius yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. apakah ada Presiden Indonesia yang lain yang berani bicara seperti Soekarno ini?...entahlah…mungkin Malaysia hanya takut pada Soekarno dan Soeharto…..)



Pidato Presiden Soekarno September 1963


Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu juga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu

Itu karena Malaysia

Kurang ajar !

Kerahkan pasukan ke Kalimantan

Hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai

Tanah udara kita diinjak-injak oleh Malaysia keparat itu.

Do’akan aku, aku akan berangkat

Ke medan juang sebagai patriot

Dan sebagai peluru bangsa

Yang tak mau dinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh

Pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini

Kita akan membalas perlakuan ini

Dan kita tunjukan bahwa kita masih

Memiliki gigi yang kuat dan kita

Juga masih memiliki martabat

Yoo…ayooo…kita ganjang…

Ganjang…Malaysia

Ganjang…malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita badja

Peluru kita banjak

Nyawa kita banjak

Bila perlu satoe-satoe….

SOEKARNO 17 SEPTEMBER 1963


Tulisan ini hanya corat-coret kecil saja pengingat sejarah dan sebagai penghangat menjelang laga final ke 2 antara Indonesia dengan Malaysia….semoga team kita dapat menang dengan sportif…..JAYALAH INDONESIA KU…JUARA DENGAN SPORTIF….KALAUPUN NANTINYA HASIL AKHIRNYA KITA GAGAL KITA HARUS MENERIMA DENGAN LAPANG DADA JANGAN ANARKIS….KARENA DUNIA BELUM KIAMAT KAN HEE…HE…SEMOGA INDONESIA MENANG DENGAN SKORS TELAK….SEKALI LAGI JAYALAH INDONESIA KU…TERBANG TINGGILAH GARUDAKU CENGKRAM HARIMAU MALAYA DENGAN SEKERAS-KERASNYA HEEE…HE….INI GELORA BUNG KARNO….INI INDONESIA BUNG…..

Komentar

Postingan Populer